Peran Api Pemuda sebagai Mutiara Indah Bangsa

Artikel Populer

Kopiah.co – Di saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami pasang surut dalam berbagi aspek kehidupan bernegara. di antara yang marak kita lihat sekarang yaitu terjadinya gejolak pada aspek pendidikan, politik, ekonomi, dan sebagainya. Gejolak ini mendapatkan perhatian khusus dari masyarakat Indonesia terkhusus para pemuda.

Kejadian yang belum lama mencuat, tepatnya pada Kamis, 20 Maret 2025 dalam pengesahan RUU TNI oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI). Hal tersebut menuai kritikan dari elemen masyarakat Indonesia. Kemudian, terciptanya keresahan di kalangan masyarakat Indonesia karena tidak memberikan ruang kepada publik untuk ikut andil dalam pengesahan RUU TNI ini. Sebab, pandangan masyarakat menganggap pengesahan tersebut hanya menguntungkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan dikhawatirkan membangkitkan kembali nyawa orde baru secara perlahan.

Setelah kejadian tersebut, para pemuda menyikapinya dengan melakukan massa aksi untuk menolak pengesahan RUU TNI ini. Massa aksi ini menuai berbagai asumsi di masyarakat Indonesia. Ada beberapa asumsi negatif yang berkeliaran disebabkan beberapa pemuda Indonesia hanya terbawa suasana saja tanpa mengetahui substansi yang dipermasalahkan. Di sisi lain, beberapa kalangan menganggap massa aksi ini merupakan kegiatan positif yang dinilai sudah berani untuk menyuarakan keresahan seluruh masyarakat.

Pada dasarnya, figur pemuda Indonesia sangat berperan dalam situasi seperti ini. Dahulu, Bung Karno mengatakan “Laki-laki dan perempuan (Pemuda) itu layaknya dua sayap seekor burung” dan “Seribu orang tua bisa bermimpi, satu orang pemuda bisa mengubah dunia”. Memaknai kalimat tersebut, bahwa seharusnya pemuda Indonesia mampu membawa bangsa ini ke masa emas nya.

Salah satu kewajiban pemuda Indonesia untuk bisa mencapai hal tersebut adalah menumbuhkan sikap nasionalismenya kepada bangsa. Sebab, Bung Karno mengatakan “Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke”.

Selanjutnya, merupakan kewajiban pemuda pula untuk aktif meningkatkan nilai intelektualitas dengan cara memperkaya keilmuwan melalui buku dan diskusi. Seperti perkataan Ibnu Khaldun “bahwa pendidikan dan intelektual dapat membentuk karakter manusia, sehingga generasi milenial mampu menjadi manusia yang memiliki kualitas, sehingga mereka dapat mempertahankan hidup dan eksistensi masyarakat yang berkebudayaan tinggi sesuai dengan alur perkembangan zaman”.

Selain itu, pemuda juga diharapkan dapat senantiasa memperkuat api keberanian dan mentalitas untuk melakukan pergerakan sekecil apapun untuk menciptakan perubahan baik. Sebab, zaman sekarang kesehatan mental pemuda Indonesia yang terganggu menurut I-NAMHS tahun 2022 di angka 1 dari 3 remaja (34,9%) setara dengan 15,5 juta remaja.

Karakter tangguh, berani, dan pro aktif ini yang harus dimiliki oleh pemuda Indonesia untuk membangun bangsa. Sebab, saat ini kita membutuhkan sumbangsih masif pemuda untuk bisa memanfaatkan seluruh aspek yang ada dalam bangsa ini agar mampu diolah secara baik.

Maka dari itu, para pemuda harus percaya kepada dirinya untuk meningkatkan kuliata. Sebab, api pemuda Indonesia sangat dibutuhkan sebagai mutiara indah bangsa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Pemimpin sebagai Guru: Belajar dari Sukarno-Hatta

Kopiah.co - Di tengah krisis keteladanan saat ini yang penting kita ketengahkan adalah tentang pemimpin sebagai guru, leader as...

Artikel Terkait